Tolong buatin pembukaan kultum

Tolong buatin pembukaan kultum

Jawaban:

Berikut ini adalah contoh kalimat pembukaan pada kultum…

“Assalamu’alaikum Warahmatullahhi Wabarakatuh.

Puji beserta syukur marilah kita panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan beribu-ribu  nikmat.

Tidak lupa solawat dan salam tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW, keluarganya, beserta sahabat. Semoga kita semua mendapatkan syafaatnya dan mendapat petunjuk hingga hari kiamat nanti.”

Pembahasan

Apa itu kultum? kultum juga disebut sebagai kuliah tujuh menit, bisa juga disebut ceramah singkat karena waktu durasinya singkat, lalu isinya bisa berkaitan dengan masalah pendidikan, ilmu pengetahuan, atau keagamaan. juga terdapat nasihat-nasihat dan petunjuk-petunjuk yang  bertujuan untuk memberikan nilai-nilai agama pada pendengar atau pembaca supaya dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan.

 

Struktur kultum / ceramah singkat dibagi menjadi tiga, yakni pendahuluan, isi ceramah, dan penutup. Berikut struktur dan pengertiannya.

  • Pendahuluan: bagian pembuka ceramah berisi salam, panjat rasa syukur, pengenalan tema, dan penghormatan kepada penonton.
  • Isi ceramah: bagian ceramah yang berisi tentang persoalan dan pembahasan secara detail.
  • Penutup: bagian yang berisi penutup ceramah, panjat doa bersama, dan salam penutup

 

Ciri-ciri kultum/ceramah singkat

  • Biasanya disampaikan oleh seseorang yang ahli atau dianggap pakar dalam bidang ilmu agama
  • penyampaiannya dilakukan secara satu arah
  • Pembicara berdiri di depan orang banyak untuk menyampaikan materi, sementara pendengar hanya menyimak
  • Ada ajakan atau persuasi untuk mengubah sikap atau tindakan terkait materi yang dibicarakan
  • terdapat muatan nilai-nilai agama .

 

Kaidah kebahasaan:

  • Menggunakan kata sapaan, misalnya “para hadirin sekalian, para jamaah yang dirahmati Allah”
  • Memakai kata ganti orang pertama tunggal dan kata ganti orang kedua jamak sebagai sapaan. Contoh kata ganti pertama: saya, aku, kami. Contoh kata ganti orang kedua jamak: anak-anak, hadirin, bapak-bapak, ibu-ibu, saudara-saudara, dan lainnya.
  • Menggunakan kata yang menunjukkan sebab-akibat atau argumentasi. Contohnya “dengan demikian, akibatnya, oleh karena itu, maka” dan lain sebagainya.
  • Sering memakai kata kerja mental, seperti: memprihatinkan, memperkirakan, berpendapat, diharapkan, dan lain-lain.
  • Memakai kata persuasif, untuk mengajak seseorang. Seperti: sebaiknya, hendaklah, seharusnya.
  • Memakai kalimat imperatif, untuk melarang atau meminta seseorang melakukan sesuatu. Seperti: jangan, coba pahami, dan jauhilah, patuhilah”