Sifat-sifat mulia para rasul bagi kita adalah untuk…..

Sifat-sifat mulia para rasul bagi kita adalah untuk…..

Jawaban: 

Sifat-sifat mulia yang dimiliki oleh para rasul utusan Allah bagi kita sebagai umat islam adalah untuk kita teladani atau kita contohkan dalam kehidupan sehari-hari. Sifat-sifat yang dimiliki oleh rasul utusan Allah semuanya merupakan sifat-sifat yang mulia yang memberikan dampak positif dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, dengan meneladani atau mencontohkan sikap atau perilaku yang dimiliki oleh rasul utusan Allah akan membuat kita merasakan dampak positif dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, meneladani atau mencontohkan sikap atau perilaku yang dimiliki oleh rasul utusan Allah juga merupakan salah satu contoh dari sikap beriman kepada seorang rasul utusan Allah.

Pembahasan

Sifat-sifat yang dimiliki oleh seorang rasul utusan Allah semuanya adalah sifat terpuji. Ada 4 sifat utama yang sudah pasti ada pada seorang rasul utusan Allah yang disebut dengan sifat wajib pada seorang rasul utusan Allah. 4 sifat wajib yang ada pada seorang rasul utusan Allah adalah

  • Sifat wajib pertama pada seorang rasul utusan Allah adalah siddiq, sifat siddiq secara bahasa  artinya jika diterjemahkan ke dalam bahasa indonesia adalah sifat jujur.
  • Sifat wajib kedua pada seorang rasul utusan Allah adalah amanah, sifat amanah secara bahasa  artinya jika diterjemahkan ke dalam bahasa indonesia adalah sifat terpercaya.
  • Sifat wajib ketiga pada seorang rasul utusan Allah adalah fatanah, sifat fatanah secara bahasa  artinya jika diterjemahkan ke dalam bahasa indonesia adalah sifat cerdas.
  • Sifat wajib keempat pada seorang rasul utusan Allah adalah tabligh, sifat tabligh secara bahasa  artinya jika diterjemahkan ke dalam bahasa indonesia adalah sifat menyampaikan.

 

Selain empat sifat tersebut masih banyak sifat mulia lainnya yang dapat kita contohkan dari seorang rasul utusan Allah seperti sifat sabar. Seorang rasul utusan Allah selalu sabar dalam menyampaikan wahyu Allah walaupun banyak rintangan yang dialami pada saat menyampaikan wahyu Allah.