Semua Rasul membawa ajaran tauhid Apa arti tauhid jelaskan​!

Semua Rasul membawa ajaran tauhid Apa arti tauhid jelaskan​!

Jawaban:

Semua Rasul yang pernah Allah Subhanahu Wa Ta’ala utus ke muka bumi ini membawa 1 ajaran yang sama yaitu Tauhid. Tauhid yaitu mengEsakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam DzatNya, peribadatan kepadaNya dan juga sifat-sifatNya.

 

Pembahasan

Tauhid secara terminologi adalah ilmu yang membahas mengenai keEsaan Allah, sebagai Dzat, dalam penciptaannya, pemeliharaan ciptaan tersebut juga keesaan tentang sifat-sifat yang dimilikiNya. Setiap Muslim dikatakan berada di jalan yang benar ketika dia telah menTauhidkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Nabi Nuh merupakan Rasul pertama yang Allah utus kepada kaumnya untuk mengembalikan mereka dari jalan yang salah, yaitu kesyirikan. Semenjak nabi Adam dan beberapa generasi setelahnya tidak pernah terjadi kesyirikan hingga pada saat zaman nabi Nuh Alaihissalam terjadilah kesyirikan, sehingga diutus nabi Nuh kepada mereka.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirmandi dalam surat Al Anbiya ayat 25 yang berbunyi:

 

  • وَمَآ اَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَّسُوْلٍ اِلَّا نُوْحِيْٓ اِلَيْهِ اَنَّهٗ لَآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنَا۠ فَاعْبُدُوْنِ

wa mā arsalnā ming qablika mir rasụlin illā nụḥī ilaihi annahụ lā ilāha illā ana fa’budụn

 

Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum engkau (Muhammad), melainkan Kami wahyukan kepadanya, bahwa tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Aku, maka sembahlah Aku.

 

Sangat jelas di dalam ayat tersebut Allah mengutus Rasul-rasul sebelumnya  kecuali diwahyukan kepadanya untuk tidak berbuat syirik dan menyembah Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Tauhid secara sempurna jika kita dapat menjaga hal-hal berikut:

  1. Meyakini bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala adalah Esa (satu), tidak berbilang, tidak memiliki anak dan tidak diperanakan.
  2. Menjalankan segala peribadatan hanyak dipersembahkan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Bukan untuk jin, kuburan dan lain sebagainya.
  3. Meyakini bahwa semua sifat-sifat yang Allah sebutkan bersifat tidak ada sesuatupun yang serupa denganNya. Allah Maha Melihat tidak sama dengan penglihatan makhlukNya.

Kemudian di ayat lainnya seperti di surat An Nahl ayat 36 Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

 

  • وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولاً أَنِ اعْبُدُوا اللهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ

“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): ‘Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah thaghut’”