Berikan contoh peristiwa sinkronik dan diakronik!

Berikan contoh peristiwa sinkronik dan diakronik!

Jawaban: 

Contoh peristiwa diakronik :

  • Pertempuran Ambarawa (20 Okober – 15 Desember 1945).
  • Pertempuran Surabaya (27 Oktober  20 November 1945).
  • Pertempuran 5 hari di Semarang (15 Oktobber – 19 Oktober 1945).
  • Perang Padri (1821 – 1837).
  • Perang Dipenogoro (1825 – 1830).

Contoh peristiwa sinkronik :

  • Pembacaan Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 di Jakarta.
  • Keadaan ekonomi Indonesia pada 1998 (Krisis moneter).
  • Suasana Persitiwa Penculikan dalam G30/S PKI.
  • Pembangunan di masa orde baru.

✦ PEMBAHASAN ✦

Diakronik adalah peristiwa yang terfokus pada waktu kejadian dari awal hingga akhir. Sinkronik adalah peristiwa yang terfokus pada inti kejadian. Diakronik dan sinkronik dibedakan dari kefokusan penyampaian.

Untuk menyeimbangkan pemikiran kita terhadap peristiwa maka harus secara diakronik dan sinkronik. Selain dari kefokusan penyampaian, diakronik dan sinkronik dibedakan dari ciri cirinya.

Diakronik

Diakronik adalah peristiwa yang terfokus pada awal waktu hingga akhir kejadian. Diakronik memungkinkan kita mengetahui sejarah dari awal kejadian hingga akhir. Ciri – ciri diakronik :

  1. Bersifat vertikal (menerangkan kejadian dari awal hingga akhir dengan jelas).
  2. Cakupan kejadian lebih kompleks.
  3. Terdapat bagan perbandingan kejadian.
  4. Memiliki sifat historis atau komparatif.
  5. Melihat dari waktu kejadian yang satu dengan yang lain.

Contoh peristiwa diakronik :

  • Pertempuran Ambarawa (20 Okober – 15 Desember 1945).
  • Pertempuran Surabaya (27 Oktober  20 November 1945).
  • Pertempuran 5 hari di Semarang (15 Oktobber – 19 Oktober 1945).
  • Perang Padri (1821 – 1837).
  • Perang Dipenogoro (1825 – 1830).

Sinkronik

Sinkronik adalah peristiwa yang terfokus pada inti suatu kejadian. Sinkronik memungkinkan memahami berita dari inti surat. Ciri – ciri sinkronik  :

  1. Bersifat horizontal (menjelaskan suatu peristiwa hanya intinya saja).
  2. Cakupan kejadian yang lebih sederhana.
  3. Cenderung lebih sulit dan serius.
  4. Kejadian lebih terstruktur.
  5. Melihat masa masa tertentu saja.
  6. Tidak terdapat bagan perbandingan kejadian.

Contoh peristiwa sinkronik :

  • Pembacaan Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 di Jakarta.
  • Keadaan ekonomi Indonesia pada 1998 (Krisis moneter).
  • Suasana Persitiwa Penculikan dalam G30/S PKI.
  • Pembangunan di masa orde baru.