1.salat rawatib yang hukumnya sunnah muakkad adalah

1.salat rawatib yang hukumnya sunnah muakkad adalah
A.dua rakaat sblm salat zuhur
B.dua rakaat sblm salat asar
C.empat rakaat sblm salat zuhur
D.empat rakaat sblm salat asar

2.apakah perbedaan salat sunnah mu’akkad dan gairu mu’akkad
3.tuliskan bacaan niat salat tahajjud beserta artinya
4.bagaimana cara melaksanakan salat sunnah istiqa?

Jawaban:

Salat Rawatib yang hukumnya sunnah muakkad adalah (C) 4 rakaat sebelum salat dzuhur.

Alasan: Makna sunnah muakkad ialah shalat sunnah yang sangat ditekankan, serta dalam pelaksanaanya selalu dilakukan oleh Rasulullah SAW. Hal ini berdasarkan dalil : “Barangsiapa mengerjakan shalat dua belas raka’at dalam sehari semalam, akan dibangunkan untuknya sebuah rumah di surga, empat raka’at sebelum dzuhur, dua raka’at setelahnya, dua raka’at setelah maghrib, dua raka’at setelah isya’, dan dua raka’at sebelum shalat fajar.” (HR. At-Tirmidzi No. 598)

Tuliskan bacaan niat salat tahajud beserta artinya!
Ushallii sunnatat-tahajjudi rak’ataini (mustaqbilal qiblati) lillaahi ta’aalaa.

Artinya: “Aku niat sholat sunnah tahajud dua rakaat (dengan menghadap kiblat) karena Allah Taala.”

Bagaimana cara melaksanakan salat sunnah Istiqa?
3 hari sebelum melakukan shalat Istisqa, imam beserta masyarakat dianjurkan untuk melakukan puasa 3 hari berturut-turut, melakukan taubatan nasuha, memperbanyak amal kebajikan, sedekah, serta menjauhi kemaksiatan.
Hari keempat, imam beserta penduduk keluar ke tanah lapang sambil membawa semua binatang ternak, berpakaian sederhana, dan tidak memakai wewangian.
Shalat dilakukan seperti biasa sebanyak 2 rakaat.
Rakaat pertama dilakukan 7x takbir, kemudian shalat biasa.
Rakaat kedua dilakukan 5x takbir, kemudian shalat biasa.
Seusai shalat dilaksanakan khutbah dengan 2x khutbah.
Pada khutbah pertama, khotib diawal membaca 9x istighfar. Pada khutbah kedua, khotib diawal membaca 7x istighfar.
Khotib memimpin doa, “Segala puji hanya bagi Allah Penguasa Alam semesta. Ar-Rahman ar-Rahim, Raja pada hari pembalasan. Tidak ada yang berhaq diibadahi kecuali Allah. Dia melakukan apa yang Dia kehendaki. Ya Allah, Engkaulah Allah, tidak ada ada ilah yang haq kecuali Engkau, Yang Maha Kaya, dan kami adalah fuqara (makhluk yang fakir/sangat butuh kepada-Mu). Turunkanlah kepada kami hujan yang menghilangkan berbagai kegentingan, dan jadikanlah hujan yang Engkau turunkan sebagai kekuatan bagi kami dan bekal yang mencukupi kami dalam waktu yang lama.” (HR. Abu Dawud 1173)